3.4.09
Diposkan oleh
majalah AdInfo SERPONG-KARAWACI
di
14:27
0
komentar
Link ke posting ini
Label: Iklan
Budy Tjandra, Mandiri di Bisnis Properti
Pengembang Ruko Jombang Indah
Industri properti di Tangerang memang tengah berkembang. Meski dilanda krisis global, tetap saja pembangunan produk properti banyak dilakukan di kawasan ini. Tak hanya perusahaan pengembang ternama yang terus berekspansi, sejumlah pengusaha properti yang mandiri juga turut meramaikan bisnis properti.
Budy Tjandra, sosok kita kali mulai menggeluti industri properti sebagai bisnis sejak akhir tahun 2007 lalu. Kini, ia berprofesi sebagai pengembang mandiri yang mendirikan sejumlah produk properti, baik rumah maupun pertokoan di sekitaran Tangerang ini.
Produk properti terbaru yang diluncurkan pria kelahiran Jakarta, 8 April 1970 ini adalah komplek pertokoan Ruko Jombang Indah. Komplek ruko ini berada di kawasan Jombang, Bintaro, Tangerang.
“Ruko Jombang Indah dibangun dalam jumlah yang terbatas. Dibangun di atas lahan seluas 1780 m2, dalam komplek Ruko Jombang Indah dibangun ruko sebanyak 15 unit,” jelas Budy.
Sebelum menjadi pengembang mandiri, Budy yang tinggal di Alam Sutera, Serpong ini mengaku pernah bekerja di sebuah perusahaan pengembang properti yang ada di Tangerang. Dari situlah, Budy belajar mengelola bisnis produk properti.
“Kebetulan latar belakang pendidikan saya adalah arsitektur. Ditambah pengalaman kerja pada sebuah developer, membulatkan tekad saya untuk menggeluti bisnis properti,” kata Budy menegaskan.
Menurut pria yang hobi jalan-jalan dan mancing ini, bisnis properti di kawasan Serpong dan Tangerang masih akan berkembang. “Kawasan ini memiliki potensi yang cukup bagus untuk mengembangkan industri properti. Sebagai salah satu kota penyangga Jakarta, Tangerang merupakan lokasi yang tepat untuk berbisnis properti,” ujarnya mantap.
Disinggung soal kendala dalam berbisnis properti, Budy menyebutkan jika setiap pekerjaan pasti memiliki rintangan. Dan itu adalah hal yang biasa menurutnya. “Setiap yang kita lakukan pasti ada resiko ataupun halangan. Itu adalah kendala. Sekarang tinggal bagaimana kita menghadapi kendala-kendala yang ada,” papar Budy menuturkan.
Sebagai pengusaha, dalam menghadapi kendala dan permasalahan lainnya, ia selalu menerapkan moto, ‘selalu berani menghadapi tantangan’. Baginya, kendalan adalah tantangan untuk bisa maju sekaligus meningkatkan kualitas diri.
Diposkan oleh
majalah AdInfo SERPONG-KARAWACI
di
14:25
0
komentar
Link ke posting ini
Label: Sosok
Serpong Bangun Jembatan Penyeberangan
Jalan Raya Serpong memang luar biasa padat. Lalu lalang kendaraan makin tinggi. Bagi pejalan kaki, menyeberang di ruas jalan yang satu ini bisa dikata amat sulit. Pasalnya, selama ini belum ada fasilitas penyeberangan jalan yang aman dan memadai.
Setelah menanti sekian lama, Jalan Raya Serpong akhirnya bakal punya jembatan penyeberangan orang (JPO). JPO ini akan dibangun tepat di depan Mal WTC Matahari Serpong.
Anggota DPRD Kabupaten Tangerang Deky Syafruddin mengutarakan, pembangunan JPO harus dibangun secepat mungkin. Sebab, pembangunan JPO yang direncanakan di Jalan Raya Serpong atau yang berada di jalur propinsi itu merupakan kebutuhan masyarakat yang cukup mendesak.
“Keberadaan JPO ini juga untuk mengatasi kemacetan dan meminimalisir kecelakaan di Jalan Raya Serpong, khususnya bagi pejalan kaki,” kata Deky, saat menghadiri Musrenbang Kecamatan Serpong, pertengahan Maret lalu, seperti dilansir Radar Banten.
Deky menyebutkan, sejauh ini rencana pembangunan JPO itu telah ditetapkan di empat titik. Semuanya berada di pusat keramaian, yakni di bundaran Gading Serpong, depan Indah Kiat, depan PT Pratama Serpong dan depan WTC Matahari. “Keberadaan JPO juga sebagai upaya mempercepat pembangunan di Tangsel,” kata politisi Partai Golkar ini menambahkan.
Hal senada diutarakan Wakil Ketua DPRD Tb Bayu Murdani. Kata dia, sebenarnya wacana pembangunan JPO di Jalan Raya Serpong itu sudah ada sejak 2006 silam. Ia mengharapkan, untuk membangun JPO pemerintah nantinya bisa bekerja sama dengan pengembang swasta yang berada di daerah itu. Untuk masalah anggaran sepenuhnya tanggung jawab Pemprop Banten.
“Dulu sebelum krisis, dana untuk membangun JPO sekitar Rp 750 juta, tapi sekarang bisa lebih,” katanya. Dalam kesempatan itu, politisi PDIP ini mengungkapkan, kemungkinan pembangunan JPO ini dapat terealisasi tahun 2009.
”Mudah-mudahan pada akhir tahun 2009 ini pembangunan JPO di Serpong rampung dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya lagi.
Sementara itu, Kepala Badan Pelayanan Perijinan Terpadu (BP2T) Kabupaten Tangerang, M Hidayat mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan proses perijinan pembangunan JPO di depan pusat perbelanjaan WTC Serpong.
Namun demikian, pihaknya telah mendapatkan rekomendasi dari Pemerintah Propinsi dan Pekerjaan Umum. “kini tinggal mencocokan gambar yang telah diberikan oleh pihak swasta yang akan mengerjakan pembangunannya, kalau gambar dan dan rencana pembangunan sesuai dengan yang kita tentukan makanya kita akan keluarkan ijinnya,” katanya.
Saat ini, di depan WTC Serpong, warga yang melintasi lokasi tersebut sudah bisa menyaksikan pembangunan JPO itu. Galian pondasi sudah dilakukan sejak beberapa waktu lalu. Papan pekerjaan yang bertuliskan pembangun JPO pun terpampang jelas di sana.
Diposkan oleh
majalah AdInfo SERPONG-KARAWACI
di
14:20
1 komentar
Link ke posting ini
Label: Instansi
Pemilu 2009, Mencari yang Terbaik untuk Memimpin
Masa depan negeri ditentukan melalui Pemilihan Umum (Pemilu). Kamis, 9 April ini, Indonesia menyelenggarakan hajat politik terbesarnya, yakni Pemilu nasional 2009. Segenap rakyat Indonesia yang memiliki hak pilih akan menentukan para pemimpinnya untuk periode lima tahun ke depan.
Dari Wikipedia, Pemilu adalah suatu proses di mana para pemilih memilih orang-orang untuk mengisi jabatan-jabatan politik tertentu. Jabatan-jabatan yang diisi beraneka-ragam, mulai dari presiden dan wakil presiden, wakil rakyat di berbagai tingkat pemerintahan, sampai kepala desa.
Pada konteks yang lebih luas, Pemilu dapat juga berarti proses mengisi jabatan-jabatan seperti ketua OSIS atau ketua kelas, walaupun untuk ini kata 'pemilihan' lebih sering digunakan. Sistem pemilu digunakan adalah asas luber (langsung, umum, bebas, rahasia) dan jurdil (jujur dan adil).
Dalam Pemilu, para pemilih Pemilu juga disebut konstituen, dan kepada merekalah para peserta Pemilu menawarkan janji-janji dan program-programnya pada masa kampanye. Kampanye dilakukan selama waktu yang telah ditentukan, menjelang hari pemungutan suara.
Setelah pemungutan suara dilakukan, proses penghitungan dimulai. Pemenang Pemilu ditentukan oleh aturan main atau sistem penentuan pemenang yang sebelumnya telah ditetapkan dan disetujui oleh para peserta, dan disosialisasikan ke para pemilih.
Terhitung sejak Indonesia merdekan, dalam catatan sejarah politik, bangsa Indonesia telah melakukan Pemilu sebanyak 9 kali, yaitu pertama pada tahun 1955, 1971, 1977, 1982, 1989, 1992, 1997, 1999, dan 2004. Tahun 2009 ini merupakan Pemilu ke-10 bagi Indonesia.
Sejak 1955
Pemilu pertama di Indonesia diadakan pada tahun 1955. Oleh banyak pihak, Pemilu ini sering dikatakan sebagai pemilu Indonesia yang paling demokratis. Pemilu tahun 1955 ini dilaksanakan saat keamanan negara masih kurang kondusif, beberapa daerah dirundung kekacauan oleh DI/TII (Darul Islam/Tentara Islam Indonesia) khususnya pimpinan Kartosuwiryo.
Dalam keadaan seperti itu, anggota angkatan bersenjata dan polisi juga memilih. Mereka yang bertugas di daerah rawan digilir datang ke tempat pemilihan. Pemilu akhirnya pun berlangsung aman. Pemilu 1955 menjadi pemilu satu-satunya di masa pemerintahan orde lama.
Selanjutnya, pada masa orde baru Pemilu berikutnya diselenggarakan pada tahun 1971, tepatnya pada tanggal 5 Juli 1971. Pemilu ini adalah Pemilu pertama setelah orde lama, dan diikuti oleh 10 partai politik. Lima partai besar dalam Pemilu ini adalah Golongan Karya, Nahdlatul Ulama, Parmusi, Partai Nasional Indonesia, dan Partai Syarikat Islam Indonesia.
Pada tahun 1975, melalui Undang-Undang Nomor 3 Tahun 1975 tentang Partai Politik dan Golkar, diadakanlah fusi (penggabungan) partai-partai politik, menjadi hanya dua partai politik (yaitu Partai Persatuan Pembangunan dan Partai Demokrasi Indonesia) dan satu Golongan Karya.
Pemilu 1997 merupakan Pemilu terakhir di era kepemimpinan Soeharto, yang pada masa pemerintahan ini berduet dengan BJ. Habibie. Melalui peristiwa Mei ’98, presiden saat itu diturunkan oleh rakyat. Sebagai pengganti, Habibie ‘naik pangkat’ menjadi presiden, meneruskan tugas-tugas Soeharto yang lengser keprabon.
Terakhir, Pemilu 2004 adalah pemilu pertama yang memungkinkan rakyat untuk memilih presiden secara langsung, dan cara pemilihannya benar-benar berbeda dari Pemilu sebelumnya. Pada pemilu ini, rakyat dapat memilih langsung presiden dan wakil presiden (sebelumnya presiden dan wakil presiden dipilih oleh MPR yang anggota-anggotanya dipilih melalui Presiden).
Selain itu, pada Pemilu ini pemilihan presiden dan wakil presiden tidak dilakukan secara terpisah (seperti Pemilu 1999) — pada pemilu ini, yang dipilih adalah pasangan calon (pasangan calon presiden dan wakil presiden), bukan calon presiden dan calon wakil presiden secara terpisah. Pada Pemilu 2004 terpilih pasangan Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia.
171 juta pemilih
Pertengahan Maret lalu, Komisi Pemilihan Umum KPU mengumumkan jumlah pemilih yang masuk dalam daftar pemilih tetap pada Pemilu 2009. Ketua Komisi Pemilihan, Abdul Hafiz Anshary, mengatakan total pemilih untuk Pemilu 2009 adalah sebanyak 171.265.442 orang. Untuk Propinsi Banten, jumlah pemilihnya adalah 6.581.587 orang
Menurut Anshary, daftar pemilih dalam negeri mengalami perubahan menjadi bertambah 230.820 orang. Sebanyak 10 propinsi mengalami penurunan jumlah pemilih, sedangkan sisanya bertambah.
Sembilan propinsi yang mengalami pengurangan jumlah pemilih adalah Kepulauan Riau, Jambi, Lampung, Bangka Belitung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Timur, Maluku Utara, dan Papua.
Sedangkan pemilih di luar negeri berkurang 34.045 orang, atau tepatnya 1.475.847 orang. Pengurangan ini, kata Anshary lagi, terjadi karena banyak warga negara Indonesia kembali ke tanah air. “Di sejumlah negara juga banyak warga negara kita terkena imbas pengurangan jumlah pegawai,” katanya.
Pada Pemilu 2009, KPU menyediakan tempat pemungutan suara (TPS) sebanyak 519.920, dengan rincian 519.047 untuk dalam negeri dan 873 untuk luar negeri. Pemilu 2009 diikuti banyak partai politik (parpol), tercatat ada 38 parpol yang terlibat dan 6 parpol lokal Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). (berbagai sumber)
Parpol Peserta Pemilu 2009
1. Partai Hati Nurani Rakyat
2. Partai Karya Peduli Bangsa
3. Partai Pengusaha dan Pekerja Indonesia
4. Partai Peduli Rakyat Nasional
5. Partai Gerakan Indonesia Raya
6. Partai Barisan Nasional
7. Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia
8. Partai Keadilan Sejahtera
9. Partai Amanat Nasional
10. Partai Perjuangan Indonesia Baru
11. Partai Kedaulatan
12. Partai Persatuan Daerah
13. Partai Kebangkitan Bangsa
14. Partai Pemuda Indonesia
15. Partai Nasional Indonesia Marhaenisme
16. Partai Demokrasi Pembaruan
17. Partai Karya Perjuangan
18. Partai Matahari Bangsa
19. Partai Penegak Demokrasi Indonesia
20. Partai Demokrasi Kebangsaan
21. Partai Republika Nusantara
22. Partai Pelopor
23. Partai Golongan Karya
24. Partai Persatuan Pembangunan
25. Partai Damai Sejahtera
26. Partai Nasional Benteng Kerakyatan Indonesia
27. Partai Bulan Bintang
28. Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan
29. Partai Bintang Reformasi
30. Partai Patriot
31. Partai Demokrat
32. Partai Kasih Demokrasi Indonesia
33. Partai Indonesia Sejahtera
34. Partai Kebangkitan Nasional Ulama
41. Partai Merdeka
42. Partai Persatuan Nahdlatul Ummah Indonesia
43. Partai Sarikat Indonesia
44. Partai Buruh
Parpol Lokal NAD Nanggroe Aceh Darussalam:
1. Partai Rakyat Aceh
2. Partai Aceh
3. Partai Bersatu Atjeh
4. Partai Suara Independen Rakyat Aceh
5. Partai Aceh Aman Seujahtera
6. Partai Daulat Atjeh
Diposkan oleh
majalah AdInfo SERPONG-KARAWACI
di
14:17
0
komentar
Link ke posting ini
Label: Peristiwa
Mengenali Batuk pada Anak
Batuk melindungi tubuh dengan cara menghilangkan lendir, zat-zat yang mengiritasi dan infeksi saluran pernapasan. Pada anak-anak, batuk tidak selalu berarti anak bermasalah. Batuk yang terjadi pada malam hari, terutama setelah anak tertidur lelap selalu dianggap abnormal dan perlu perhatian khusus.
Penyebab dan penatalaksanaan batuk pada anak-anak dan orang dewasa mempunyai persamaan dan perbedaan. Namun, khusus masalah batuk pada anak, setidaknya bisa dibagi menjadi dua jenis berdasarkan tingkat keseriusan masalahnya, yakni batuk akut, yang biasanya berakhir 1-2 minggu dan batuk kronis yang berakhir lebih dari 4 minggu. Demikian disampaikan dr. Johannes Ridwan T.S, Sp.A, DPPS, dari Omni International Hospital dalam seminar kesehatan yang diselenggarakan Kinderworld Montessori BSD, akhir Januari lalu.
Menurut dr. Johannes, batuk akut pada anak umunya terjadi dalam periode yang singkat. Batuk ini disebabkan oleh virus yang menyerang saluran pernapasan bagian atas. Anak-anak usia prasekolah dapat terserang batuk akut ini sampai 6 atau 8 kali dalam setahun.
“Batuk akut lebih sering terjadi karena post nasal drip atau iritasi saluran pernapasan. Post nasal drip sendiri adalah suatu kondisi dimana lender turun dari hidung dan sinus ke belakang tenggorokan,” kata dr. Johannes.
Sementara itu, dr. Johannes juga menyebutkan, batuk kronis atau batuk menetap pada anak sangat sering terjadi dan berlangsung lebih dari 4 minggu. Penyebab yang paling sering adalah batuk sebagai gejala asma, batuk yang disebabkan penyakit di hidung dan sinus, serta batuk yang disebabkan kelainan kerongkongan dan lambung.
Anak yang menderita asma batuk merupakan gejala yang paling sering ditemui. Batuk pada asma akan semakin buruk terutama pada malam hari bila disebabkan oleh infeksi virus, gerak badan, dan udara dingin.
Kemudian, pada batuk yang disebabkan penyakit di hidung dan sinus, aliran cairan yang berasal dari radang hidup atau rhinitis dan sinus yang masuk ke dalam saluran pernapasan merupakan salah satu penyebab timbulnya batuk kronis. Radang hidng akibat alergi atau rhinitis allergica yang timbul sesuai musim kadang-kadang menjadi penyebab dan untuk memastikannya diperlukan tes alergi.
“Infeksi sinus dapat berlangsung berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan yang menyebabkan batuk dengan gejala hidung yang minimal,” tegas dr. Johannes.
Selanjutnya, batuk kronis yang disebabkan kelainan yang berasal dari kerongkongan dan lambung kerap. Batuk ini terjadi karena refluks gastro esophageal (GER). Kelainan ini disertai nyeri ulu hati. Pada sebagian anak, nyeri ulu hati bisa tidak terjadi, namun berganti dengan gejala suara parau atau tersedak. Sementara itu, batuk persisten pada bayi yang timbul terutama setelah makan, penyebab yang paling sering adalah masalah refluks dan menelan.
Di luar dari sebab-sebab yang disebutkan tadi, batuk pada anak bisa juga terjadi karena beberapa hal lainnya, antara lain batuk pasca infeksi virus, terhirup benda asing, kebiasaan batuk, dan batuk karena iritan atau polusi lingkungan semisal asap rokok atau asap kendaraan.
Untuk langkah pengobatan, dr. Johannes menjelaskan, batuk ringan yang terjadi setelah infeksi pernapasan pasca virus tidak memerlukan pengobatan khusus karena akhirnya akan sembuh sendiri dalam waktu 1 atau 2 minggu. Dan pada batuk kronis, harus diketahui dulu penyebab pastinya, yang kemudian dilanjutkan dengan pemberian obat batuk yang dapat mengencerkan lendir.
Di akhir seminar, dr. Johannes menuturkan, pendekatan yang terbaik terhadap pengobatan batuk adalah mencari penyebab utamanya. Pasien harus menghubungi dokter jika merasa batuk sudah sangat mengganggu atau dirasa cukup serius dan mulai membahayakan.
Diposkan oleh
majalah AdInfo SERPONG-KARAWACI
di
14:14
1 komentar
Link ke posting ini
Label: Kesehatan
Studi di Dalian Medical University, Cina
Diasuh oleh KARSONO dari ARVI (Overseas Education Consultant)
Beberapa tahun terakhir, minat pelajar Indonesia melanjutkan studi ke Cina meningkat. Mereka tidak saja dari keluarga Tionghoa yang menggunakan bahasa Mandarin sehari-harinya tapi juga pelajar Tionghoa yang tidak mengenal bahasa Mandarin sama sekali. Mereka bertekad mendalami terlebih dulu bahasa Mandarin sekitar 1 tahun sebelum melanjutkan ke berbagai fakultas yang ada di Cina.
Bagi mereka yang ingin kuliah di Fakultas Kedokteran, kini tak perlu kuatir karena Dalian Medical University (DMU) (www.dlmedu.edu.cn) menawarkan perkuliahan dengan pengantar bahasa Inggris.
Tahun ini DMU telah berusia 62 tahun, yang merupakan usia yang cukup bagi suatu universitas untuk diterima masyarakat dan mendapat pengakuan dari Pemerintah China.
Semula dikenal sebagai Guandong Medical College dan sejak 1949 bergabung dengan Dalian University, dan namanya menjadi Dalian Medical University. Saat ini, DMU telah berkembang menjadi universitas medis multi-disiplin yang menawarkan berbagai program seperti arts, science, management, dan lain lain.
Dengan pengembangan yang eksensif, DMU telah menjalin hubungan dengan 75 universitas dan 38 lembaga riset di 27 negara, termasuk The State University of New York (USA), Curtin University of Technology (Australia) dan State Medical University of VolgaDnepr (Ukraine), dan lainnya.
Kampus baru DMU terletak di wilayah selatan Cina, tepatnya di Lvshun Binhai Road, Dalian, Liaoning. Letak kampusnya dapat dilihat di Google Earth dan masukkan alamatnya Zhongshan Road, Dalian, Cina. Kota ini terletak di semenanjung sebelah timur Beijing.
Terdapat 45 gedung yang terpisah satu dengan yang lainnya dimana South Campus adalah area utama untuk pengajaran, tempat tinggal dan olahraga. Sedang North Campus adalah untuk proyek program yang ke dua.
Program yang ditawarkan, MBBS (Bachelor of Medicine) 6 tahun akademis, BDS (Bachelor of Dental Surgery) 5 tahun akademis dan Master of Medicine (lebih dari 30 spesialisasi) selama 3 tahun akademis.
Biaya kuliah baik untuk Under Graduate maupun Post Graduate yaitu RMB 30,000 (Rp 52,50 juta). Bagi yang ingin mengikuti perkuliahan dengan pengantar bahasa Mandarin juga tersedia.
Biaya akomodasi asrama mahasiswa sekitar RMB 12,000 per tahun single room (Rp 21 juta) dan untuk double room RMB 7,000 – 8,000 per tahun per orang (Rp 12,25 juta s/d Rp 14 juta) dengan catatan 1 RMB = Rp 1.750,-.
Tersedia 6 gedung asrama seluas 30 ribu m2 dengan 5 ruang makan seluas 500 m2 dan ada juga 2 toko buku dan 1 hotel dengan 200 kamar untuk para keluarga yang akan mengunjungi putra-putrinya.
Awal kuliah semester 1 (autumn semester) berlangsung dari September-Januari dan semester 2 (spring semester) berlangsung Maret-Juli.
Jika ada pertanyaan lebih lanjut atau anda memerlukan brosur DALIAN MEDICAL UNIVERSITY, maka Anda dapat menghubungi kami di 7051 2455 atau di arvi@cbn.net.id. Pertanyaan dari seluruh pembaca AdInfo untuk berbagai masalah sekolah ke luar negeri akan dimuat secara bertahap pada edisi berikutnya dan bagi yang tidak dimuat akan dijawab secara pribadi.
Diposkan oleh
majalah AdInfo SERPONG-KARAWACI
di
14:11
0
komentar
Link ke posting ini
Label: Konsultasi
Diposkan oleh
majalah AdInfo SERPONG-KARAWACI
di
14:09
0
komentar
Link ke posting ini
Label: Iklan
2.4.09
Belajar Kata Maaf untuk Anak
Saat bermain dengan teman sebayanya, tiba-tiba si kecil secara tidak sengaja menyenggol temannya hingga terjatuh dan menangis. Namun si kecil tidak memberikan reaksi apapun. ia tidak mengucapkan maaf apalagi membantu sang teman, meskipun Anda sudah menyuruhnya. Hingga akhirnya Andalah yang terpaksa turun tangan untuk menghibur temannya.
Mungkin hal ini pernah Anda alami. Sudah berulang kali Anda meminta anak Anda untuk minta maaf setiap melakukan kesalahan, tapi selalu responsnya hanya melihat sekilas sambil berlalu. Seakan-akan ia tidak bersalah sama sekali. Mungkinkah si kecil terlalu cuek dan tidak menyadari kalau Ia telah berbuat salah?
Minta maaf atau menyesal memang terlalu sulit dilakukan anak-anak terutama yang berusia di bawah tiga tahun. Pada usia tersebut, anak sedang berada pada fase egosentris sehingga belum mampu melihat permasalahan dari sudut pandang orang lain.
Namun hal ini tidak bisa dibiarkan begitu saja. Seorang anak tetap harus dibiasakan dan diajarkan mengucapkan kata maaf setiap ia melakukan kesalahan. Faktor yang terpenting pada usia ini adalah pembiasaan, karena seiring waktu ia akan memahami konsep maaf.
Bila tak dibiasakan sejak dini, maka akan terbawa hingga usia dewasa dan berpengaruh pada perkembangan sosialnya. Anak bisa saja tidak akan disukai di dalam pergaulannya. Selain itu emosi anak bisa berkembang tidak optimal, karena dengan tidak mengakui kesalahan berarti ia tidak bisa menilai dirinya dengan tepat.
4 Langkah
Berikut 4 langkah sederhana untuk membiasakan batita mengucapkan kata maaf, pertama, berikan contoh langsung. Seorang anak memang cenderung mencontoh kebiasaan yang dilakukan oleh orang-orang terdekatnya.
Contohkan padanya bagaimana seharusnya kata maaf diucapkan. Misalkan, saat Anda secara tak sengaja menumpahkan susunya, ucapkan permintaan maaf padanya. Dengan demikian anak akan terbiasa melihat orang-orang terdekatnya mengucapkan maaf manakala melakukan kesalahan.
Yang kedua, tunjukkan penyesalan dengan bahasa tubuh. Gunakan bahasa tubuh Anda pada saat mengungkapkan permintaan maaf. Anda bisa melakukan kontak mata saat mengucapkan kata maaf, menggenggam tangannya, memeluk erat, atau mencium keningnya, sehingga ia bisa merasakan penyesalan yang mengiringi kata maaf itu.
Namun ingat, tegaskan padanya bahwa pelukan dan ciuman penyesalan hanya boleh diberikan pada papa atau mama atau kakak dan adik, sedangkan untuk orang lain cukup dengan bersalaman saja.
Ketiga, dorong agar ia bertanggung jawab. Selain mengucapkan kata maaf, ajarkan pula anak Anda untuk bertanggung jawab atas kesalahan yang dilakukannya. Misalkan, saat ia menyenggol temannya hingga terjatuh. Setelah si kecil mengucapkan kata maaf, ajak dia untuk membantu temannya berdiri atau sekedar memberikan plester. Tindakan ini sebagai bagian dari pembelajaran tentang tanggung jawab atas kesalahan yang dilakukan.
Terakhir, berikan pujian. Tidak ada salahnya memberikan pujian setelah anak Anda mengucapkan kata maaf setiap kali ia melakukan kesalahan. Hal ini sebagai penguatan bahwa yang dilakukannya sudah benar dan perlu diulanginya lagi di lain kesempatan.
Selain empat langkah di atas, Anda juga harus mengajarkan si kecil kapan kata maaf itu layak diucapkan. Misalkan ketika ia menyusahkan orang lain, mencelakai orang lain, melanggar janji, melakukan hal-hal yang sudah dilarang, atau pada saat ia melakukan hal-hal yang tidak disukai orang lain. Dengan begitu, ia akan memahami yang ditekankan adalah pesan untuk tidak mengulangi kesalahan, bukan semata-mata minta maaf tanpa mengerti alasannya.
Diposkan oleh
majalah AdInfo SERPONG-KARAWACI
di
10:30
0
komentar
Link ke posting ini
Label: Keluarga
Ketika Si Kecil Membongkar Mainannya
Buat anak-anak, mainan adalah benda yang menarik. Tidak cuma untuk dimainkan tapi juga untuk dibongkar. Jika si kecil gemar membongkar mainannya, jangan heran. Pasalnya, si kecil sedang penasaran dengan cara kerja mainan itu.
Anak-anak memang pandai membongkar mainan. Yang jadi masalah, justru ia tak bisa memasangnya kembali. Lucu bukan. Sebenarnya, ‘membedah’ mainan adalah tantangan bagi anak-anak.
Seperti dikutip dari berbagai sumber, beraksi seperti mekanik yang handal, membongkar mainan atau barang lainnya menjadi kegiatan favorit si kecil. Namun sayangnya, setelah berantakan, hasil pekerjaannya dibiarkan begitu saja, tanpa bisa dipasang kembali. Sebagai orangtua, haruskah kita melarangnya?
Menilik usia anak-anak, membongkar barang atau mainan yang ada di sekitar adalah hal yang wajar. Tahap ini sebenarnya sesuai dengan fase perkembangan anak. Semua itu proses untuk mematangkan keterampilan motorik anak, terutama menyangkut koordinasi gerak tangan dan kaki. Karena koordinasi antar otot mengikuti hukum perkembangan, keterampilan tangan akan lebih cepat dan mudah untuk dikuasai daripada kaki.
Tak hanya itu yang mendorong anak di usia balita suka membongkar barang atau mainan. Tindakan tersebut sebenarnya semata untuk memenuhi kebutuhan eksplorasi. Dengan kata lain, perilaku itu merupakan pemenuhan perkembangan intelektual yang semakin meningkat di usia ini. Jika reaksi spontan para ibu biasanya berupa jeritan gemas maka hal itu bisa dimaklumi. Namun, tindakan apa yang harus dilakukan?
Para orangtua, khususnya ibu memang dihadapkan pada dilema. Melarang salah, tak melarang makin salah. Jika orangtua tak melarang lebih disebabkan karena pemahaman bahwa masa usia anak balita merupakan masa penuh kreativitas. Inilah masa keemasan yang tak akan bisa terulang. Namun, jika tak melarang, rasanya tak bisa dibayangkan berapa ‘harga’ yang harus dibayar. Apapun, benda atau mainan di rumah tentu punya nilai dan harga. Lalu?
Benar bahwa usia 2 tahun adalah masa keemasan si kecil. Inilah saat anak Anda bereksplorasi pada dunia sekitar. Namun, itu bukan berarti Anda sungkan berkata “Jangan!” pada si kecil. Sebab, pada usia inilah saat yang tepat bagi Anda untuk sedikit ‘mengarahkan’ energi kreativitas si kecil sebagai awal perkembangan yang akan mendorong seorang anak berkembang lebih baik di masa depannya. Jadi, reaksi Anda tetap diperlukan selama itu bukan berarti melarang.
Ini memang tak mudah. Apalagi, harus diakui, banyak orangtua bereaksi negatif atas ulah ‘destroyer’ si kecil dengan beragam larangan. Ini memang tak lepas dari pola pendidikan kita yang belum mengutamakan kreativitas. Masih banyak orangtua yang belum tahu betapa anak seusia ini punya energi dan rasa ingin tahu sangat besar. Misalnya anak akan penasaran dengan suara yang keluar dari radio atau televisi yang menampilkan gambar. Bahkan ia pun tertarik dengan tas Anda yang berat. Kesemua hal ini mendorong anak untuk langsung beraksi.
Melarang anak berarti Anda secara tak langsung menghalangi minatnya dalam berkreasi. Amannya, jika ada barang yang berharga bagi Anda dan berbahaya bagi si kecil, sebaiknya simpan jauh-jauh dari jangkauan agar si anak tak tergoda untuk memainkannya. Cara ini akan menghindari munculnya keinginan si kecil untuk membongkar barang tersebut.
Solusi terbaik adalah dengan mendampingi si kecil ketika membongkar mainan. Pendampingan ini tak saja memperkuat ikatan Anda dengan si kecil. Saat mendampingi merupakan saat yang pas bagi orangtua untuk menjelaskan dan menjawab rasa ingin tahunya. Selain itu dengan mendampingi, orangtua bisa mengantisipasi bahaya yang mengintai di sekitar anak.
Diposkan oleh
majalah AdInfo SERPONG-KARAWACI
di
10:25
0
komentar
Link ke posting ini
Label: Edukasi
Sikas, Tanaman Jurasik yang Tetap Bertahan
Sikas adalah tanaman jurasik yang berumur kurang lebih 240 juta tahun dan diperkirakan merupakan makanan dinosaurus yang herbifora. Sikas bahkan dipercaya sudah tumbuh sebelum tanaman bunga dan fern.
Sampai sekarang tanaman sikas masih mudah ditemui, meski orang sering salah kaprah, dengan menyebutnya sebagai tanaman pakis, atau palem. Sikas merupakan tanaman berumah 2, ada jantan dan betina, yang bisa dibedakan pada waktu keluar bunga atau cone. Yang jantan biasanya kurus dan panjang sedang yang betina pendek dan bulat seperti bola rugby.
Tanaman ini termasuk famili Cycadaceae, dan terdiri lebih dari 90-an spesies. Tanaman ini tergolong tanaman sangat kuno, karena telah ada sejak ribuan tahun lalu. Banyak jurnal ilmiah yang mengaitkan tanaman ini dengan jaman Jurassic yang terjadi ratusan ribu tahun yang lalu.
Secara umum daun sikas berwarna hijau, bentuknya menyerupai bulu dan tumbuh mengarah ke luar dari batang. Panjang daun sangat bervariasi, tergantung dari jenis sikas. Tingginya beragam. Untuk tanaman hobi biasanya tak lebih dari 3 meter. Selain bentuk sikas yang umum, ada juga sikas yang mengalami kelainan, seperti sikas albino.
Di alam lepas, penyerbukan dibantu oleh serangga, tetapi dengan banyaknya habitat yang rusak dan perbedaan waktu keluarnya bunga jantan dan betina penyerbukan semakin sulit terjadi. Bantuan manusia sangat dibutuhkan untuk menjaga kelestarian populasi di alam.
Distribusi sikas yang sangat luas menunjukkan tanaman ini sangat dominan pada masa prehistorik, sikas dapat ditemui di benua Amerika (Dioon, Zamia, Mikrosikas), Australia (Macrozamia, lepidozamia dan cycas), Asia (cycas), Afrika (Encephalartos, Cycas dan Stangeria). Umur sikas yang begitu tua memberikan kesan prehistorik yang kuat sehingga menjadi buruan banyak hobiis.
Tanaman sikas pada umumnya tidak suka terlalu banyak air, hal ini dikarenakan kebanyakan berasal dari daerah yang curah hujan rendah kecuali yang berasal dari hutan hujan Amerika tengah.
Selain itu, hampir semua sikas menyukai media yang sangat poros serta menyukai pot yang agak dalam agar akar utama atau taproot bisa bertumbuh maksimal terutama untuk tanaman yang baru tumbuh. Akar ini akan membesar seperti ubi untuk dipakai sebagai cadangan makanan. Sebagai panduan campuran media yang dipakai apabila disiram air sebaiknya langsung mengalir dan tidak tertahan.
Kebanyakan sikas menyukai cahaya dengan intensitas tinggi untuk menjaga daun tetap sehat dan kompak kecuali beberapa zamia yang menyukai matahari tak langsung.
Selain cantik sebagai tanaman hias, hampir semua tanaman Sikas bermanfaat sebagai tanaman obat yaitu menyembuhkan berbagai penyakit, mulai dari darah tinggi, TBC, dan sakit lambung.
Diposkan oleh
majalah AdInfo SERPONG-KARAWACI
di
10:22
0
komentar
Link ke posting ini
Label: Flora



Lihat Daftar Isi !

